Pengelola Bale Mangrove Bantah Berita TVRI NTB: Kondisi Aman, Tidak Ada Konflik dan Penertiban
![]() |
| Pengelola Bale Mangrove Bantah Berita TVRI NTB: Kondisi Aman, Tidak Ada Konflik dan Penertiban |
JEROWARU, PantauKabar.com – Pengelola Ekowisata Bale Mangrove, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang ditayangkan TVRI Stasiun NTB pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam berita berjudul "Hindari Konflik, Polres Minta Kafe Ditertibkan Pihak Desa", TVRI NTB menyebut Kepolisian Resor Lombok Timur meminta pemerintah desa menertibkan keberadaan kafe di kawasan wisata Bale Mangrove Jerowaru untuk menghindari konflik berkepanjangan.
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan bersifat hoax.
Tanggapan Ketua Pengelola Bale Mangrove
Ketua Pengelola Ekowisata Bale Mangrove Jerowaru Mohammad Endi Irawan menyatakan keberatan dan membantah seluruh isi pemberitaan tersebut.
Dalam halaman Facebook, ketua pengelola Bale Mangrove mengklarifikasi bahwa berita yang dirilis TVRI NTB Kamis, 20 Agustus 2026 tidak sesuai fakta.
“Bahwa berita yang dirilis sama sekali tidak benar alias Hoax, karena faktanya di Ekowisata Bale Mangrove hari ini tidak terjadi hal seperti yang diberitakan. Dan video rilis yang beredar adalah video lama dengan narasi yang berbeda dari persoalan yang memang pernah terjadi di Bale Mangrove” tulisnya.
Ia menyayangkan pemberitaan tersebut dirilis tanpa konfirmasi terlebih dahulu ke pihak pengelola Bale Mangrove Jerowaru.
“Kejadian seperti ini sungguh sangat menodai kredibilitas media sebesar TVRI NTB sebagai salah satu media yang seharusnya menyampaikan informasi yang benar dan tidak asal-asalan. Maka tentu secara hukum ini melanggar aturan sebagaimana diatur dalam UU ITE pasal 28 ayat (1) dan (3)” lanjutnya.
Dia juga menegaskan agar pihak stasiun TVRI NTB men take down berita tersebut secepatnya.
“Maka oleh karena itu kami atas nama pengelola meminta dengan tegas agar Pihak stasiun TVRI NTB untuk segera men take down berita tersebut dalam waktu selambat-lambatnya 1x24 jam. Jika tidak, maka kami akan mempertimbangkan untuk menempuh upaya lain sebeagai jalur penyelesaian” tegasnya.
Tanggapan Sekretaris Pengelola Bale Mangrove
Senada dengan Ketua, Sekretaris Pengelola Ekowisata Bale Mangrove Jerowaru Baiq Khairani Santika juga menyampaikan tanggapan dan keprihatinannya terhadap TVRI NTB.
“Tanggapan yang bisa saya sampaikan selaku sekertaris Bale Mangrove terhadap berita yang beredar saat ini, sangat menyayangkan pemberitaan ini karena informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi Bale Mangrove saat ini. Saat ini Bale Mangrove dalam keadaan aman, kondusif, dan tidak sedang terjadi konflik sebagaimana yang diberitakan” tulisnya via WhatsApp, Kamis 20 Agustus 2026.
Rani juga menyayangkan media sebesar TVRI NTB tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menyampaikan berita ke sosial media. Karena hal demikian berdampak langsung terhadap nama baik wisata Bale Mangrove Jerowaru.
“Kami benar-benar menyayangkan akun berita sebesar TVRi menyampaikan berita tanpa melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan pengecekan fakta yang memadai, terlebih ketika pemberitaan tersebut menyangkut nama baik dan keberlangsungan sebuah destinasi wisata yang menjadi ruang kehidupan dan mata pencaharian masyarakat” lanjutnya.
Pemberitaan seperti ini bukan hanya berdampak pada citra Bale Mangrove, tetapi juga berpotensi merugikan para pelaku UMKM, masyarakat sekitar, pengelola, serta wisatawan yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada kami. Satu pemberitaan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat menimbulkan kekhawatiran dan membuat masyarakat luar beranggapan bahwa Bale Mangrove merupakan kawasan yang sedang tidak aman untuk dikunjungi.
Harapan Pengelola
Pengelola mengaku sudah berupaya menghubungi pihak TVRI NTB untuk klarifikasi.
"Kami berharap pihak TVRI Stasiun NTB dapat melakukan klarifikasi dan verifikasi kembali terhadap informasi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Sebagai media publik, kami sangat menghargai profesionalitas dan tanggung jawab TVRI dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang," tutup Sekretaris.
