KKN UNU NTB Cetak Generasi Aktif dan Sehat di Sekotong Barat Lewat Program OKK
![]() |
| KKN UNU NTB Cetak Generasi Aktif dan Sehat di Sekotong Barat Lewat Program OKK/Dokumentasi pada saat penyampaian materi Lokomotor dan Non Lokomotor di SDN 1 Sekotong Barat. |
LOMBOK BARAT, PantauKabar.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan karakter anak-anak di Desa Sekotong Barat.
Melalui inovasi program mingguan bertajuk Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK), tim KKN UNU NTB hadir memberikan solusi atas minimnya aktivitas fisik terarah serta terbatasnya fasilitas olahraga di sejumlah dusun setempat.
Program yang dilaksanakan sepekan sekali ini dirancang khusus sebagai wadah praktik lapangan. Kehadirannya melengkapi teori pendidikan jasmani yang diperoleh siswa di sekolah. Langkah ini mendapat sambutan hangat serta respons positif dari para orang tua dan warga Dusun Jerenjeng, Desa Sekotong Barat.
Dampak positif pun langsung dirasakan. Anak-anak terlihat lebih ceria dan antusias karena mendapatkan pengalaman belajar interaktif di luar ruangan (outdoor learning). Berfokus pada pembinaan fisik secara intensif, program OKK memfasilitasi praktik beberapa cabang olahraga (cabor) populer, antara lain:
Atletik: Melatih ketahanan dan teknik dasar lari.
Senam Aerobik: Meningkatkan kebugaran motorik dan fleksibilitas tubuh.
Permainan Berberegu: Mengasah kerja sama tim melalui cabang bola voli dan sepak bola.
Tak berhenti pada pembinaan fisik anak, mahasiswa KKN UNU NTB juga mengusung pendekatan holistik untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Desa Sekotong Barat secara keseluruhan melalui tiga pilar kegiatan tambahan:
Peningkatan Literasi: Menggiatkan budaya membaca dan belajar interaktif bagi anak-anak desa.
Edukasi Obat Sehat: Memberikan pendampingan mengenai cara penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang baik dan benar (Dagusibu).
Ketahanan Gizi Lokal: Mengedukasi warga dalam mengolah menu makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan-bahan pangan lokal yang terjangkau.
