Barisan Aspirasi Rakyat (Bara NTB) Soroti Bobroknya Manajemen PT PLN Nusa Daya NTB
![]() |
|
Barisan Aspirasi Rakyat (Bara NTB) Soroti Bobroknya Manajemen PT PLN Nusa Daya NTB OLEH: Algifar Pembina Bara NTB |
NUSA TENGGARA BARAT, PantauKabar.com - Kami mendesak direktur PT PLN nusa daya nasional untuk memberhentikan Direktur PT PLN Nusa Daya NTB, karena kami menilai PLN Nusa Daya NTB tidak mampu menjalankan tupoksinya dan manajemen dengan baik, sebab begitu banyak persoalan yang terjadi di tubuh PLN Nusa Daya NTB tidak mampu diselesaikan dengan baik.
Mulai dari bobroknya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tidak sesuai dengan aturan, tidak adanya bimbingan teknis untuk para pekerja dan hal ini sangat fatal untuk keselamatan pekerja, sebab pekerjaan di bidang kelistrikan itu sangat besar resiko nya untuk keselamatan pekerja, dan PLN Nusa Daya NTB mengabaikan dengan tidak adanya bimbingan untuk penerapan K3, juga tidak adanya SOP serta sistem pengawasan dan kontrol terhadap pekerja lapangan.
Tidak adanya transparansi mengenai anggaran CSR/TJSL, hal ini menimbulkan dugaan kami bahwa PLN Nusa Daya NTB tidak pernah merealisasikan dana CSR/TJSL dan kami menduga PLN Nusa Daya NTB menggelapkannya, tentu hal ini telah melanggar aturan (Permen BUMN 2021 Tentang Program TJSL BUMN)
Pekerja vendor yang tidak diberikan haknya sesuai aturan ketenagakerjaan, para vendor telah bekerja selama bertahun-tahun di lapangan namun masih belum memiliki kepastian status kerja, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sistem perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan outsourcing, kami menilai PT PLN Nusa Daya NTB tidak menjalankan kewajiban yang telah ditentukan oleh undang-undang mengenai pekerja vendor/pkwt yang telah diatur dalam undang-undang No 6 tahun 2023 tentang cipta kerja.
Kami dari Bara NTB menegaskan akan melakukan demonstrasi pada Selasa 18 Agustus di depan kantor PT PLN Nusa Daya NTB, dan kami akan menuntut untuk melakukan evaluasi besar-besar terhadap sistem manajemen PLN Nusa Daya NTB daya agar tidak merugikan para pekerja, baik vendor atau karyawan PT PLN Nusa Daya NTB.
