Mentan Amran Sulaiman Tinjau Lahan di Loteng, Perkenalkan Metode PMAAS Target 10 Ton/Hektare

JAKARTA – Pantaukabar.com – Mentan Amran Sulaiman Tinjau Lahan di Loteng, Perkenalkan Metode PMAAS Target 10 Ton/Hektare LOMBOK TENGAH, PantauKabar.com - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lahan persawahan di Desa Bunkate, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (10/7/2026), dilansir dari laman Facebook Insidelombok. Dalam kunjungan tersebut, Mentan memperkenalkan metode budidaya PMAAS yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus pendapatan petani. Amran mengatakan metode budidaya tersebut berpotensi meningkatkan hasil panen menjadi 8–10 ton per hektare.
"Ini metode tanam yang nanti akan dimonitor oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL)," ujarnya. Ia menjelaskan peningkatan produktivitas didukung 3 hal utama. Pertama, perubahan sistem tanam. Berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, akademisi, hingga pejabat pemerintah, sepakat bahwa diperlukan tindakan konkret dan terukur dalam merespons persoalan ini.
Isu Mentan Amran Sulaiman Tinjau Lahan di Loteng, Perk mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan, mulai dari pakar hukum, aktivis masyarakat sipil, hingga kalangan legislatif yang turut memberikan pandangannya. Dinamika ini menunjukkan betapa pentingnya isu ini bagi kepentingan publik secara luas.
Fakta & Kronologi Penting Mentan Amran Sulaiman Tinjau Lahan di Loteng, Perk
Kedua, penambahan populasi tanaman dari sekitar 320 ribu–360 ribu rumpun menjadi sekitar 1 juta rumpun per hektare. Ketiga, penerapan pemupukan sesuai anjuran. Seluruh proses budidaya akan mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan.
Pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa perkembangan ini memiliki implikasi langsung bagi tatanan sosial dan kebijakan. Diperlukan pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan berbagai dimensi persoalan, mulai dari aspek hukum, ekonomi, hingga dampak sosialnya.
Dampak & Respons Berbagai Pihak
Petani yang ingin mengikuti program tersebut wajib terdaftar sebagai Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan menerapkan metode budidaya yang telah ditetapkan. "Kami menyiapkan bantuan benih secara gratis dengan target penyaluran untuk lahan seluas 1 juta hektare di seluruh Indonesia pada tahun ini," tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah Zainal Arifin menjelaskan PMAAS merupakan inovasi budidaya padi yang memodifikasi sistem tanam untuk meningkatkan produktivitas dibandingkan pola konvensional.
Sejumlah pengamat kebijakan menyarankan agar seluruh pemangku kepentingan duduk bersama dan membuka ruang dialog yang konstruktif. Transparansi proses dan keterlibatan aktif masyarakat sipil menjadi syarat mutlak agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
Kalangan akademisi dan lembaga penelitian juga turut memberikan masukan berbasis data dan kajian empiris. Rekomendasi mereka menegaskan perlunya reformasi struktural yang menyeluruh agar persoalan serupa tidak terulang di masa mendatang.
Analisis & Langkah Strategis ke Depan
Metode ini menggunakan sistem tanam benih langsung/tabela tanpa melalui persemaian. Penebaran benih memanfaatkan alat sederhana berbahan pipa yang dapat menebarkan benih secara otomatis. "Jarak tanaman dalam satu barisan dibuat tidak beraturan, sedangkan jarak antarbarisan tetap diatur untuk memudahkan perawatan," jelasnya.
Ke depan, penguatan sistem pengawasan independen, pemberdayaan lembaga penegak hukum, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses demokratis menjadi tiga pilar utama yang tidak bisa diabaikan.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan media independen menjadi tulang punggung penanganan isu Mentan Amran Sulaiman Tinjau Lahan di Loteng, Perk secara menyeluruh dan bermartabat.
Pantaukabar.com berkomitmen untuk terus menghadirkan laporan mendalam, faktual, dan berimbang mengenai setiap perkembangan penting yang terjadi di wilayah JAKARTA dan seluruh Indonesia demi mewujudkan masyarakat yang cerdas, terinformasi, dan berdaya.