Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri

Ketua Remaja Montong Meong Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri
Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri/Dok. Agus Tino

LOMBOK TIMUR, PantauKabar.com - Kekecewaan mendalam terhadap kinerja wakil rakyat kembali mencuat diakar rumput. Kali ini, kritik tajam datang dari Ketua Remaja Lingkungan Montong Meong, Kecamatan Labuhan Haji. Figur politisi senior dan legislator daerah, Baiq Isvie, dinilai telah abai dan menutup mata terhadap kondisi masyarakat di Daerah Pemilihannya (Dapil) sendiri.

Kritik tersebut bukan tanpa alasan. Diki menilai bahwa selama masa jabatannya, Baiq Isvie minim sekali bahkan nyaris tidak pernah menunjukkan perhatian nyata terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan dan kepemudaan di wilayah Montong Meong atau di Labuhan Haji secara umum. 

Ketua Remaja mengungkapkan, berbagai inisiatif kegiatan yang dirancang oleh para pemuda seringkali harus berjalan dengan keterbatasan karena tidak adanya dukungan dari wakil rakyat mereka.

Padahal, kegiatan-kegiatan seperti peringatan Hari Besar Islam (PHBI), pembinaan mental dan spiritual remaja, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan sangat membutuhkan dorongan moral dan material.

"Kami di tingkat bawah berjuang mandiri untuk menghidupkan kegiatan masjid dan membina pemuda. Namun, sangat disayangkan figur sekelas Ibu Baiq Isvie yang berangkat dari Dapil ini justru terkesan lepas tangan. Bantuan untuk kegiatan kepemudaan maupun fasilitas penunjang ibadah nyaris tidak ada," ungkap Ketua Pemuda Montong Meong.

Selain soal minimnya bantuan kegiatan, fungsi *serap aspirasi* (reses) yang seharusnya menjadi jembatan antara anggota dewan dan rakyatnya juga disorot tajam. Masyarakat Montong Meong merasa bahwa kunjungan turun ke bawah untuk mendengar keluh kesah dan kebutuhan konstituen tidak pernah benar-benar menyentuh kelompok pemuda dan jamaah masjid mereka.

"Kami merasa wakil rakyat kita ini seperti amnesia dengan Dapilnya sendiri. Seolah-olah kami ini hanya diingat saat menjelang pemilu untuk dimintai suaranya. Setelah duduk manis di kursi jabatan, aspirasi kami menguap begitu saja tanpa ada tindak lanjut," tegasnya lebih lanjut.

Pernyataan sikap ini diharapkan menjadi "tamparan keras" dan bahan evaluasi, tidak hanya bagi Baiq Isvie, tetapi juga bagi seluruh anggota dewan lainnya.

Masyarakat Labuhan Haji kini semakin cerdas dalam menilai rekam jejak politisi. Mereka menuntut wakil rakyat yang mau berkeringat bersama rakyat, mendengarkan aspirasi secara langsung, dan memberikan kontribusi nyata—bukan sekadar menebar janji manis dari atas panggung kampanye setiap lima tahun sekali.

Duta jr 10
Penulis Kontributor
Duta jr 10
Kontributor Pantau Kabar
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri
  • Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri
  • Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri
  • Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri
  • Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri
  • Ketua Remaja Labuhan Haji Anggap Baiq Isvie Tidak Perhatikan Dapil Sendiri