Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kunjungi Ponpes Dalwa, Menag Sebut Pesantren Modern Ini Kebanggaan Bangsa Indonesia

Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. bersama pengasuh dan jajaran Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) meninjau penggunaan Digital Smart Board sebagai bagian dari sistem pembelajaran modern di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.
Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. didampingi pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) meninjau fasilitas Digital Smart Board saat kunjungan kerja di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Ahad (2/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan ekosistem pendidikan modern yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi dengan tradisi keilmuan Islam di lingkungan pesantren.

PASURUAN, PantauKabar.com - Pondok Pesantren Darullughah Wadda’Wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan setelah menerima kunjungan dari menteri Agama Republik Indonesia yaitu Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., dalam rangka penutupan Liga Super Santri Baru (LSSB) 22026 dan malam cinta Pesantren, Ahad (2/8/2026). Kunjungan tersebut tentu menjadi suatu ajang untuk melihat bagaimana pesantren mampu memadukan tradisi pendidikan islam dengan sistem pembelajaran modern yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Dari awal memasuki kawasan pondok Menteri Agama bersama jajaran pimpinan pesantren melihat beberapa fasilitas pendidikan, ruang pembelajaran, perpustakaan, laboratorium, hingga unit-unit usaha yang dikelola oleh pesantren secara mandiri. Kehadiran Menteri Agama di Ponpes Dalwa tentu disambut hangat oleh ribuan santri serta para pengasuh Pondok Pesantren Dalwa yang dikenal selama ini sebagai salah satu pesantren modern berbasis keilmuan Islam di Indonesia.

Ponpes Dalwa sendiri didirikan oleh Habib Hasan Baharun pada tahun 1981 dan kini diasuh oleh Abuya Zain Bin Hasan Baharun bersama keluarga besar Al-Habib Segaf Hasan Baharun, AL-Habib Ali Bin Hasan Baharun dan Al-Habib Husein Bin Hasan Baharun. Dalam perkembangannya, Dalwa berhasil membangun sistem pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan salaf dengan kurikulum nasional dan teknologi modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas utama pesantren. 

Dalam kunjungannya, Menteri Agama mengungkapkan rasa kagumnya terhadap perkembangan Dalwa yang dinilai berhasil menghadirkan ekosistem pendidikan yang lengkap dan berkualitas. 

"Ini adalah sebuah pondok pesantren yang sangat membanggakan bangsa Indonesia. Selain pondoknya megah, materi ajarnya sangat bagus, fasilitasnya luar biasa, perpustakaannya indah, semuanya tertata dengan baik," ujar Nasaruddin Umar saat meninjau kawasan pesantren.

Menurutnya, kemajuan fisik dan fasilitas pendidikan bukanlah satu-satunya keunggulan Dalwa, yang lebih penting adalah bagaimana pesantren mampu membentuk karakter santri agar menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki semangat kebangsaan, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat.

Ia berharap para alumni Dalwa nantinya mampu menjadi penerang bagi bangsa Indonesia dengan menggabungkan nilai-nilai agama, nasionalisme, budaya lokal, serta kemampuan menghadapi tantangan global.

Selama berkeliling kompleks pesantren, Menteri Agama menyaksikan secara langsung aktivitas belajar para santri. Sebagian santri tampak mengkaji kitab kuning secara berkelompok, sementara lainnya berdiskusi mengenai materi pelajaran di ruang terbuka yang nyaman. Suasana akademik yang hidup berpadu dengan budaya disiplin dan kebersamaan menjadi gambaran nyata kehidupan sehari-hari di lingkungan Dalwa.

Keunggulan lain yang mendapat perhatian adalah sistem pembinaan minat dan bakat santri. Melalui Lajnah Divisi Kreativitas, setiap santri diberikan kesempatan mengembangkan potensi sesuai bidang yang diminati, mulai dari seni musik, pidato, public speaking, kepemimpinan, teknologi informasi, komputer, hingga keterampilan memasak dan kewirausahaan.

Para pembina secara rutin mengadakan berbagai kompetisi internal sebagai sarana pencarian bakat sebelum memberikan pembinaan lanjutan kepada santri yang memiliki potensi terbaik. Sistem tersebut menjadikan pengembangan karakter berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan akademik.

Dalam bidang bahasa, Dalwa juga dikenal memiliki budaya penggunaan bahasa asing yang kuat. Bahasa Arab menjadi bahasa komunikasi sehari-hari di lingkungan pesantren. Setelah menguasainya, santri diberikan kesempatan memasuki English Area untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Tidak berhenti di situ, Dalwa kini mulai mengembangkan program pembelajaran bahasa Mandarin sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan global.

Sistem pendidikan di Dalwa dirancang secara berjenjang, dimulai dari kelas persiapan bahasa (I'dadiyah), Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, hingga jenjang pendidikan tinggi yang meliputi program sarjana, magister, dan doktoral.

Seluruh proses pembelajaran mengintegrasikan tiga kurikulum utama, yakni kurikulum kepesantrenan (salaf), kurikulum nasional dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, serta kurikulum internal pesantren yang disusun sesuai kebutuhan pengembangan santri.

Modernisasi pembelajaran juga terlihat melalui penggunaan Digital Smart Board, sistem katalog digital OPAC (Online Public Access Catalog), ruang kelas multimedia, laboratorium komputer, serta perpustakaan yang menyediakan koleksi literatur keagamaan dan ilmu pengetahuan modern. Kehadiran teknologi tersebut menjadi pendukung proses belajar tanpa mengurangi tradisi kajian kitab yang telah menjadi ciri khas pesantren.

Tidak hanya fokus pada pendidikan, Dalwa juga membangun kemandirian ekonomi melalui berbagai unit usaha seperti Mall Dalwa, Dalwa Collection, Boutique Hubabah, poliklinik, koperasi, optik, percetakan, hingga kafe. Seluruh unit usaha tersebut menjadi laboratorium praktik bagi santri untuk mempelajari manajemen, pelayanan, dan kewirausahaan secara langsung.

Usai meninjau fasilitas, Menteri Agama menghadiri jamuan makan malam yang disiapkan para santri dengan konsep pelayanan layaknya restoran profesional. Sajian khas Timur Tengah yang dipadukan dengan cita rasa Eropa menjadi simbol bagaimana Dalwa mampu mengharmoniskan tradisi dan inovasi dalam berbagai aspek kehidupan pesantren.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan Malam Cinta Pesantren, ketika ribuan santri baru dari berbagai daerah di Indonesia memasuki arena acara sambil diiringi lagu-lagu daerah Nusantara. Momen tersebut menjadi simbol kuat bahwa pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter kebangsaan yang menghargai keberagaman budaya Indonesia.

Melalui kunjungan ini, Menteri Agama menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah merupakan contoh nyata lembaga pendidikan Islam yang mampu menjaga warisan keilmuan klasik sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan perpaduan nilai religius, teknologi, pendidikan berkualitas, serta semangat kebangsaan, Dalwa dinilai layak menjadi salah satu model pengembangan pesantren modern di Indonesia dan diharapkan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, inovatif, serta siap menjadi pencerah bagi bangsa.

Alfiyan akbar Rozi
Penulis Kontributor
Alfiyan akbar Rozi
📚 Informatics Student | UTY 🎥 Crew branding&sosial mediastrategis@persewaan_proyektor_yogyakarta 🌐 Trilingual (ID | EN | AR) 📍 Yogyakarta |
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kunjungi Ponpes Dalwa, Menag Sebut Pesantren Modern Ini Kebanggaan Bangsa Indonesia
  • Kunjungi Ponpes Dalwa, Menag Sebut Pesantren Modern Ini Kebanggaan Bangsa Indonesia
  • Kunjungi Ponpes Dalwa, Menag Sebut Pesantren Modern Ini Kebanggaan Bangsa Indonesia
  • Kunjungi Ponpes Dalwa, Menag Sebut Pesantren Modern Ini Kebanggaan Bangsa Indonesia
  • Kunjungi Ponpes Dalwa, Menag Sebut Pesantren Modern Ini Kebanggaan Bangsa Indonesia
  • Kunjungi Ponpes Dalwa, Menag Sebut Pesantren Modern Ini Kebanggaan Bangsa Indonesia