RSUD Keruak Disorot! Aliansi Akan Gelar Aksi Dalam Waktu Dekat

LOMBOK TIMUR, PantauKabar.com – Kematian Niken Hafizoh Anggraini, guru swasta asal Sakra Barat saat proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak ke RSUD Soedjono Selong 4 Juni 2026 lalu, memicu gerakan Aliansi Rakyat Peduli Kesehatan.
Aliansi yang terdiri dari beberapa lembaga masyarakat di wilayah selatan Lombok Timur itu sepakat menggelar aksi damai di depan Kantor Camat Keruak dalam waktu dekat. Rapat konsolidasi terkait rencana aksi telah berlangsung pada Selasa 9 Juli 2026.
Ketua Aliansi Rakyat Peduli Kesehatan, Muhrim Rajasa, menyampaikan aksi tujuan tersebut untuk menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan RSUD Keruak. Setidaknya 100 massa direncanakan akan hadir menyampaikan aspirasi.
Dalam rapat tersebut, sejumlah lembaga menyatakan bergabung dalam aliansi, di antaranya PPDI KC Jerowaru, GSMD NTB, GLF, DPC LSM KASTA KC Keruak, dan DPC LSM KASTA KC Jerowaru.
Selain menyoroti kasus Niken, aliansi juga menyoroti adanya surat tagihan yang dikirim rumah sakit kepada keluarga pasien lain.
"Rumah sakit itu pelayan rakyat untuk menjalankan amanah negara, bukan sebagai “debt collector” untuk kirim surat tagihan," tegas Muhrim Rajasa.
Aliansi juga mempertanyakan isu pemecatan salah satu tenaga honorer PPPK yang merupakan putra asli Keruak. "Seharusnya putra Keruak menjadi prioritas bekerja di wilayahnya sendiri," ujarnya.
Surat pemberitahuan aksi akan disampaikan pada Senin mendatang kepada Direktur RSUD Patuh Karya Keruak, Camat Keruak, Kapolsek Keruak, Kapolres Lombok Timur, Kepala BKPSDM, Ketua DPRD Lotim, hingga Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur.
"Semua pihak terkait diminta hadir nantinya untuk secara bersama-sama mendengar aspirasi masyarakat di halaman Kantor Camat Keruak," tutup Muhrim.