Marc Márquez Sebut Mandalika Sirkuit Terburuk Baginya, Ada Trauma Jelang MotoGP Indonesia 2026
![]() |
| Marc Márquez mengalami kecelakaan pada lap pertama MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, menjadi salah satu catatan buruknya di Indonesia. |
LOMBOK TENGAH, NTB, PantauKabar.com - Marc Marquez Mandalika 2026 menjadi salah satu topik yang menarik perhatian menjelang MotoGP Indonesia. Pembalap Ducati tersebut secara terbuka mengakui bahwa Indonesia merupakan salah satu sirkuit yang paling membuatnya khawatir dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Pernyataan itu muncul setelah Marc Marquez menjalani MotoGP Aragon 2026 dengan hasil luar biasa. Ia berhasil memenangkan Sprint dan balapan utama di Aragon, sekaligus memangkas jarak dengan Jorge Martin dalam klasemen sementara. Marquez kini mengoleksi 237 poin dan hanya tertinggal 19 poin dari Martin.
Namun, ketika membicarakan sisa seri musim 2026, ada satu nama yang tampaknya membuat Marquez tidak terlalu percaya diri.
Marc Marquez Sebut Indonesia Punya Kenangan Buruk
Kekhawatiran Marc Marquez Mandalika 2026 bukan muncul tanpa alasan. Pembalap asal Spanyol tersebut memiliki rekam jejak yang kurang bersahabat sejak MotoGP pertama kali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit.
Saat ditanya mengenai sirkuit yang paling membuatnya khawatir dari sisa kalender MotoGP 2026, Marquez mengakui bahwa Indonesia merupakan yang terburuk berdasarkan sejarahnya.
“Berdasarkan sejarah, Indonesia adalah yang terburuk buat saya, karena setiap tahun saya punya memori buruk di sana,” kata Marquez, seperti dikutip Crash dan diberitakan sejumlah media.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian publik Indonesia. Pasalnya, Mandalika justru menjadi salah satu seri yang sangat dinantikan oleh penggemar MotoGP Tanah Air.
MotoGP Indonesia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Jadwal tersebut tercantum dalam kalender resmi MotoGP 2026.
Rekam Jejak Marc Marquez di Mandalika Memang Buruk
Jika melihat perjalanan Marc Marquez di Indonesia, pernyataannya memang memiliki dasar yang kuat.
Pada MotoGP Mandalika 2022, Marquez mengalami kecelakaan hebat saat sesi warm-up di Tikungan 7. Ia mengalami gegar otak dan dinyatakan tidak fit untuk mengikuti balapan utama. MotoGP mencatat bahwa kecelakaan tersebut merupakan highside dengan energi tinggi dan membuat Marquez harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit di Lombok.
Setahun kemudian, masalah kembali menghampirinya. Pada MotoGP Mandalika 2023, Marquez mengalami kecelakaan dalam Sprint dan kembali terjatuh pada balapan utama. MotoGP mencatat bahwa ia mengalami DNF ganda pada akhir pekan tersebut.
Cerita buruk berlanjut pada MotoGP Indonesia 2024. Ketika sedang berusaha bersaing di posisi depan, motor Marquez mengalami masalah teknis pada Lap 12. Motornya mengeluarkan asap dan terbakar sehingga ia harus menghentikan balapan.
Kemudian pada 2025, drama kembali terjadi. Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada lap pembuka di Tikungan 7. Kontak tersebut membuat keduanya terjatuh dan Marquez mengalami cedera pada bahu kanannya. Pemeriksaan selanjutnya mengonfirmasi adanya fraktur pada pangkal prosesus korakoid serta cedera ligamen bahu kanan.
Dengan rangkaian kejadian tersebut, tidak mengherankan jika Mandalika meninggalkan kesan yang berbeda bagi Marquez dibandingkan sirkuit lainnya.
Marc Marquez Mandalika 2026 Datang dengan Misi Berbeda
Meski memiliki catatan buruk, situasi Marc Marquez Mandalika 2026 kali ini sebenarnya cukup berbeda.
Marquez datang ke seri Indonesia dengan performa yang semakin kompetitif. Kemenangan di Aragon membuatnya kembali menekan Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia.
Reuters melaporkan Marquez mengamankan kemenangan ketiganya secara beruntun di Aragon setelah sebelumnya memenangkan Sprint. Tambahan poin maksimal dari akhir pekan tersebut membuat perolehan poinnya menjadi 237 dan memangkas keunggulan Martin menjadi 19 poin.
Artinya, Mandalika bukan hanya soal memperbaiki catatan buruk.
Balapan di Lombok juga bisa menjadi sangat penting bagi perjalanan Marquez menuju gelar juara dunia 2026. Setiap poin akan sangat berarti karena persaingan di papan atas semakin ketat.
Jika mampu finis di posisi terdepan, Marquez berpotensi memperkecil jarak dengan Martin secara signifikan. Sebaliknya, jika kembali mengalami masalah seperti musim-musim sebelumnya, peluangnya untuk mengejar pemimpin klasemen bisa semakin berat.
Mandalika Menjadi Ujian Mental bagi Marquez
Menariknya, persoalan Marquez di Mandalika tidak hanya berkaitan dengan kecepatan motor.
Sirkuit sepanjang sekitar 4,3 kilometer tersebut memiliki karakter yang menuntut pembalap untuk tampil agresif sekaligus konsisten. Trek Mandalika memiliki 17 tikungan, dengan kombinasi tikungan cepat dan bagian teknis yang membutuhkan pengereman serta akselerasi secara tepat. Informasi sirkuit tersebut tercantum dalam data resmi MotoGP.
Bagi Marquez, tantangan terbesar mungkin justru bagaimana menghadapi kembali sirkuit yang selama beberapa tahun terakhir selalu menghadirkan masalah.
Empat musim MotoGP di Mandalika memberikan pengalaman berbeda baginya. Pada 2022 ia tidak dapat mengikuti balapan, 2023 berakhir dengan kecelakaan, 2024 gagal finis karena masalah teknis, sedangkan 2025 kembali berakhir dengan kecelakaan dan cedera.
Karena itu, Marc Marquez Mandalika 2026 akan menjadi pertarungan antara performa saat ini dan sejarah buruk yang pernah dialaminya.
MotoGP Mandalika 2026 Semakin Dinantikan
MotoGP Indonesia 2026 akan digelar pada 9–11 Oktober 2026. Dengan persaingan klasemen yang semakin ketat, kehadiran Marquez di Mandalika dipastikan menjadi salah satu daya tarik utama.
Bagi penggemar MotoGP Indonesia, ada pertanyaan besar yang kini mulai muncul: mampukah Marc Marquez akhirnya menaklukkan Mandalika?
Sang pembalap memiliki motivasi besar. Selain membutuhkan poin untuk mengejar Jorge Martin, ia tentu ingin mengakhiri catatan buruknya di Indonesia.
Mandalika juga bisa menjadi kesempatan bagi Marquez untuk membuktikan bahwa pengalaman buruk masa lalu tidak selalu menentukan hasil di masa depan.
Apalagi performanya pada musim 2026 menunjukkan bahwa Marquez masih memiliki kecepatan untuk bersaing di level tertinggi. Kemenangan di Aragon menjadi bukti bahwa ia mampu tampil dominan ketika mendapatkan paket motor dan kondisi yang tepat.
Kini tinggal menunggu apakah cerita di Mandalika akan kembali berulang atau justru berubah.
Marc Marquez Mandalika 2026 bukan sekadar tentang satu seri MotoGP. Ini adalah kesempatan bagi sang juara dunia untuk menghadapi salah satu sirkuit yang paling sulit dalam perjalanan kariernya di Indonesia.
Jika mampu finis kuat di Mandalika, Marquez bukan hanya mendapatkan poin penting dalam perebutan gelar. Ia juga bisa menghapus sebagian kenangan buruk yang selama ini melekat pada namanya di sirkuit kebanggaan NTB tersebut.
Oktober nanti, Mandalika kembali menjadi panggung. Dan kali ini, perhatian akan tertuju pada satu pertanyaan: mampukah Marc Marquez mematahkan “kutukan” Mandalika?
