BGN Resmi Batasi Dapur MBG Baru, Enam Dapur Per Kecamatan

JAKARTA, (PantauKabar.com) - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara atau moratorium pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru di berbagai daerah. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penataan program sekaligus efisiensi anggaran yang saat ini menjadi fokus pimpinan baru BGN.
Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan jumlah dapur MBG yang beroperasi saat ini sudah mencapai lebih dari 27 ribu unit. Karena itu, BGN memilih melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap dapur yang sudah ada sebelum kembali membuka pendaftaran dapur baru.
Dalam proses penataan tersebut, BGN juga berencana membatasi jumlah dapur MBG maksimal enam unit per kecamatan. “Kami akan bereskan dulu ini. Misalnya, di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, ya enam saja,” ujar Nanik dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2026).
Menurut Nanik, saat ini pembangunan dapur MBG justru banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan kawasan aglomerasi, sementara daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih belum terlayani optimal. “Jujur, sekarang yang numpuk ada di aglomerasi. Yang 3T belum tersentuh,” katanya. BGN menegaskan moratorium dilakukan untuk memastikan pemerataan manfaat program MBG serta menghitung kembali kebutuhan dapur yang ideal di setiap wilayah.
Para pegiat media sosial Facebook juga ikut mengomentari terkait masalah tersebut, ia menyatakan bahwa dapur MBG terlalu banyak di setiap kecamatan bahkan desa.
“Nah ini baru mantap, di sini malah dapurnya kebanyakan buk” katanya.
Posting Komentar