MotoGP Mandalika Bikin UMKM NTB Cuan, Omzet Kuliner Tembus Rp11 Juta!
![]() |
| Gelaran MotoGP Mandalika 2026 membuka peluang peningkatan penjualan bagi pelaku UMKM kuliner dan kerajinan khas Nusa Tenggara Barat. |
LOMBOK TENGAH, PantauKabar.com – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menyedot perhatian penggemar balap motor, tetapi juga membuka peluang keuntungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama tiga hari penyelenggaraan, produk tenun, kerajinan khas daerah, serta makanan dan minuman lokal mendapat sambutan dari pengunjung.
Salah satu capaian yang menarik perhatian datang dari pelaku usaha minuman Cendol 18. Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Provinsi NTB pada Senin (12/10/2026), omzet penjualan usaha tersebut pada Sabtu dan Minggu mencapai kisaran Rp8 juta hingga Rp11 juta.
Angka tersebut memperlihatkan bagaimana keramaian sebuah ajang internasional dapat menciptakan peluang usaha bagi pedagang lokal. Namun, omzet merupakan nilai penjualan, bukan keuntungan bersih yang diterima setelah dikurangi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan operasional.
Kerajinan Tenun Lombok Dilirik Wisatawan
Tak hanya sektor kuliner, produk kerajinan dan kain tenun khas NTB juga memperoleh perhatian selama MotoGP berlangsung. Sri Lestari, pemilik usaha Riles Lestari Tenun, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan pembeli selama tiga hari penyelenggaraan memberikan dampak positif terhadap pendapatan usahanya.
Pembeli yang datang tidak hanya berasal dari dalam negeri. Menurut Sri Lestari, wisatawan mancanegara juga menunjukkan ketertarikan terhadap kain tenun khas daerah.
Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi perajin lokal untuk memperkenalkan produk budaya NTB kepada pasar yang lebih luas. Transaksi langsung dengan wisatawan juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun jaringan pelanggan di luar daerah.
Pelaku UMKM Raup Jutaan Rupiah
Peningkatan penjualan juga dirasakan oleh Yuli, pelaku UMKM Darma Setia yang memasarkan tenun dan kerajinan khas NTB. Ia menyebut pendapatan usahanya selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP mencapai sekitar Rp9 juta, dengan penjualan yang ramai terutama pada hari kedua dan ketiga.
Sementara itu, pelaku usaha Cendol 18 merasakan tingginya permintaan minuman selama akhir pekan. Omzet yang dilaporkan mencapai kisaran Rp8 juta hingga Rp11 juta pada Sabtu dan Minggu.
Capaian sejumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa dampak kegiatan internasional dapat menjangkau berbagai jenis produk lokal. Meski demikian, angka tersebut merupakan laporan dari usaha yang disebutkan dan belum menggambarkan keseluruhan omzet UMKM yang terlibat dalam acara.
Tantangan Setelah MotoGP Berakhir
Peluang ekonomi yang muncul selama MotoGP perlu diikuti strategi agar usaha lokal tidak hanya ramai ketika acara besar berlangsung. Penguatan pemasaran digital, kualitas produk, kemasan, serta pelayanan kepada pelanggan dapat membantu UMKM mempertahankan pasar setelah wisatawan meninggalkan Mandalika.
Pemerintah daerah dan penyelenggara juga dapat memperkuat pendataan penjualan untuk mengukur dampak ekonomi secara lebih menyeluruh. Dengan data yang jelas, program promosi dan pemberdayaan UMKM dapat disusun berdasarkan kebutuhan pelaku usaha.
Bagi NTB, keberhasilan MotoGP tidak cukup hanya diukur dari jumlah penonton dan kemeriahan perlombaan. Kesempatan bagi perajin, pedagang kuliner, dan usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan menjadi salah satu aspek penting agar manfaat pariwisata dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
