BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter, Perairan Selatan NTB Wajib Waspada
![]() |
| BMKG memperingatkan potensi gelombang setinggi 2,5–4 meter di sejumlah perairan selatan NTB pada Oktober 2026. |
MATARAM, PantauKabar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 12–15 Oktober 2026. Peringatan ini perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gelombang setinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, termasuk perairan selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian selatan, dan perairan selatan Pulau Sumbawa. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran dan kegiatan masyarakat yang bergantung pada laut.
Peringatan berlaku mulai 11 Oktober pukul 08.00 WITA hingga 14 Oktober pukul 08.00 WITA khusus untuk wilayah NTB. Masyarakat diminta memperhatikan pembaruan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut maupun aktivitas di sekitar pantai.
Perairan Selatan Lombok dan Sumbawa Jadi Perhatian
Dalam peringatan tersebut, BMKG mengelompokkan tinggi gelombang 2,5–4 meter sebagai kategori tinggi. Gelombang dengan ketinggian tersebut dapat membahayakan kapal kecil, terutama ketika disertai angin kencang dan perubahan kondisi cuaca.
Wilayah yang perlu diperhatikan meliputi perairan selatan Pulau Lombok, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan perairan selatan Pulau Sumbawa.
Sementara itu, perairan Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, serta Selat Sape bagian selatan diperkirakan mengalami gelombang kategori sedang, yakni sekitar 1,25–2,5 meter.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko gelombang tidak sama di seluruh perairan NTB. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan lokasi pelayaran dan informasi cuaca yang sesuai dengan wilayah masing-masing.
Nelayan dan Operator Kapal Diminta Berhati-hati
Gelombang tinggi berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan laut, khususnya bagi nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil. Kondisi laut yang tidak bersahabat juga dapat mengganggu aktivitas bongkar muat, penyeberangan, serta perjalanan wisata bahari.
Nelayan dan operator kapal perlu mempertimbangkan kondisi angin, tinggi gelombang, kemampuan kapal, serta informasi keselamatan sebelum memutuskan berlayar. Apabila kondisi tidak memungkinkan, perjalanan sebaiknya ditunda hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Wisatawan yang berencana mengunjungi pantai di Lombok dan Sumbawa juga perlu mengikuti arahan petugas setempat. Pengunjung sebaiknya tidak berenang atau bermain terlalu dekat dengan ombak ketika kondisi laut berbahaya.
Masyarakat Diminta Memantau Informasi Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca maritim melalui kanal resmi. Pembaruan perlu diperhatikan karena kondisi angin dan gelombang dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer dan laut.
Pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, serta petugas keselamatan laut juga memiliki peran penting dalam menyampaikan peringatan kepada masyarakat. Informasi yang cepat dan mudah dipahami dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Peringatan gelombang tinggi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di wilayah pesisir membutuhkan kesiapsiagaan. Dengan memperhatikan prakiraan cuaca dan mengutamakan keselamatan, masyarakat dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh kondisi laut yang berbahaya.
Informasi terbaru mengenai wilayah terdampak dan masa berlaku peringatan dapat diperiksa melalui situs resmi BMKG sebelum masyarakat melakukan aktivitas di laut.
