Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Netizen Soroti Relevansi Pelatihan

Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih
Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih



DENPASAR, PantauKabar.com - Sebuah video pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendadak viral di media sosial beberapa hari terakhir. Dalam rekaman yang beredar, puluhan peserta terlihat kompak mengikuti berbagai aktivitas fisik seperti yel-yel, joget bersama, hingga latihan kekompakan bertema “kicau-kicau mania” dengan nuansa semi-militeristik di lingkungan barak.

Video tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan atau Komcad yang digelar selama 45 hari. Program ini diperuntukkan bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih yang nantinya bertugas mengelola unit usaha dan keuangan di desa masing-masing. Total peserta yang mengikuti pelatihan mencapai sekitar 30.000 orang untuk KDMP dan 5.476 orang untuk kampung nelayan.

Munculnya video tersebut memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang mempertanyakan relevansi materi yel-yel dan joget untuk posisi manajerial koperasi. Komentar netizen menyoroti bahwa pelatihan pengelola koperasi seharusnya lebih menekankan materi teknis seperti pembukuan, akuntansi dasar, manajemen usaha, pemasaran produk desa, hingga strategi pengembangan bisnis agar koperasi benar-benar berjalan sehat dan menguntungkan anggota.

Di sisi lain, pihak penyelenggara membela metode pelatihan tersebut. Mereka menjelaskan kegiatan yel-yel, joget, dan latihan kekompakan bukan materi utama, melainkan bagian awal untuk membangun disiplin, mental baja, dan semangat gotong royong peserta sebelum masuk ke sesi pelatihan teknis pengelolaan koperasi. Menurut penyelenggara, calon pengelola koperasi desa akan menghadapi tantangan besar di lapangan sehingga dibutuhkan kesiapan fisik dan mental selain kemampuan manajerial.

Hingga berita ini diturunkan, video pelatihan KDMP masih ramai diperbincangkan publik. Ada yang mendukung pendekatan pembentukan karakter ala barak militer karena dinilai bisa membentuk manajer yang tangguh dan kompak. Namun tidak sedikit pula yang mengkritik dan berharap porsi materi teknis usaha koperasi diperbesar agar tujuan utama koperasi desa bisa tercapai.

Kontroversi ini membuka ruang diskusi publik tentang model ideal pelatihan bagi pengelola koperasi di era sekarang. Publik menanti seperti apa kurikulum teknis yang akan diberikan setelah sesi dasar kemiliteran selesai, agar KDMP benar-benar menjadi koperasi yang kuat secara usaha, bukan hanya kuat secara yel-yel.

Duta
Penulis Kontributor
Duta
Kontributor Pantau Kabar
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Netizen Soroti Relevansi Pelatihan
  • Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Netizen Soroti Relevansi Pelatihan
  • Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Netizen Soroti Relevansi Pelatihan
  • Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Netizen Soroti Relevansi Pelatihan
  • Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Netizen Soroti Relevansi Pelatihan
  • Viral Video Yel-yel dan Joget Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Netizen Soroti Relevansi Pelatihan