Presiden Prabowo Alokasikan Rp14 Triliun untuk Revitalisasi 71 Ribu Sekolah
![]() |
| Mentri Pendidikan (Abdul Mu'ti) |
JAKARTA, PantauKabar.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk program revitalisasi lebih dari 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Kebijakan ini disebut sebagai langkah nyata mewujudkan amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Rencana strategis tersebut dibahas langsung oleh Presiden Prabowo bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 11/6/2026. Pertemuan juga menyoroti rencana pembangunan *Sekolah Nasional Terintegrasi* sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.
Fokus Perbaiki Gedung Rusak dan Sanitasi
Program revitalisasi ini menyasar tiga hal utama. Pertama, perbaikan gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Kedua, penyediaan fasilitas sanitasi yang layak seperti toilet dan air bersih. Ketiga, pembenahan ruang kelas agar lebih aman dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
Pemerintah menegaskan prioritas diberikan kepada sekolah-sekolah di daerah terpencil dan 3T yang selama ini paling membutuhkan penanganan mendesak. Sekolah rusak, atap bocor, dan minim MCK jadi target utama.
“Melalui alokasi anggaran besar ini, Presiden berharap target pemerataan kualitas pendidikan segera tercapai. Seluruh anak bangsa harus punya kesempatan sama untuk belajar di fasilitas yang layak demi menyongsong masa depan lebih baik,” ungkap keterangan resmi Istana.
Langkah ini langsung mendapat apresiasi publik. Banyak yang menilai kebijakan baik seperti ini perlu didukung, sementara kebijakan yang kurang tepat tetap harus dikritisi agar pendidikan Indonesia terus maju.
Dengan 71 ribu sekolah yang akan disentuh, program 2026 ini jadi salah satu revitalisasi pendidikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
