Kepala SMKN 3 Selong: Akhir Pendidikan SMK Adalah Bekerja, Bukan Cuma Ijazah

SMKN 3 SELONG
SMKN 3 SELONG



SELONG, Pantaukabar.com - Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan, inovasi jadi kunci. SMK Negeri 3 Selong membuktikan diri sebagai sekolah kejuruan unggulan di Lombok Timur bukan lewat iklan gencar, tapi lewat prestasi, kedekatan dengan industri, dan keberhasilan alumninya menembus dunia kerja hingga Jepang.

Kepala SMKN 3 Selong, Ruslan menegaskan daya tarik utama sekolahnya justru datang dari cerita alumni dan kolaborasi dengan industri. “Yang membuat calon siswa tertarik masuk ke sini adalah cerita dari kakak kelas dan berbagai kegiatan yang kami lakukan bersama dunia industri. Itu yang paling efektif," dikutip dari keterangan Ruslan kepada media, Kamis 18/6/2026.

Perusahaan besar seperti Honda dan Yamaha rutin hadir. Mereka tak hanya beri pelatihan, tapi juga servis gratis, guru tamu, hingga program magang yang berujung rekrutmen. Banyak siswa saat Praktik Kerja Lapangan PKL justru langsung diminta kerja oleh perusahaan karena dinilai punya kompetensi dan sikap kerja bagus.

“Bagi kami, akhir dari pendidikan SMK adalah bekerja. Ketika alumni langsung direkrut perusahaan, berarti tujuan pendidikan itu sudah tercapai," tegas Ruslan.

Prestasi internasional juga ditorehkan. Tahun lalu sedikitnya 10 alumni mengikuti program kerja ke Jepang. Sebagian mengantongi sertifikasi Specified Skilled Worker SSW dengan pendapatan Rp25 juta hingga Rp30 juta per bulan, jauh di atas program magang biasa.

“Kalau yang memiliki sertifikat SSW, mereka bisa bekerja lebih lama di Jepang dan penghasilannya lebih besar. Mereka bukan lagi peserta magang, tetapi tenaga kerja profesional," katanya.

Kepercayaan masyarakat tinggi. Hingga 16 Juni 2026, 345 siswa sudah resmi mendaftar dan 670+ calon siswa gabung grup pra-pendaftaran. Padahal target tahun ini hanya 432 siswa untuk 12 rombel. Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan TKJ serta Teknik Sepeda Motor TSM bahkan sudah over kuota.

“Itu tidak benar. Kami bukan kekurangan pendaftar. Bahkan beberapa jurusan sudah melebihi kuota, seperti Teknik Komputer dan Jaringan TKJ serta Teknik Sepeda Motor TSM," lurus Ruslan menanggapi isu minim peminat.

Demi kualitas, sekolah memilih tak menambah rombel berlebihan. Saat ini SMKN 3 Selong buka 6 konsentrasi: TSM, TKJ, TKR, TAV, TITL, dan RPL. Program Pengelasan dan Pengembangan Gim ditutup sementara karena keterbatasan SDM dan fasilitas.

Target lulusan SMKN 3 Selong jelas: BMW - Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha. "Harapan kami, ketika mereka lulus dari sini, mereka sudah memiliki kompetensi yang siap digunakan untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, atau membuka usaha sendiri," pungkas Ruslan.

Duta
Penulis Kontributor
Duta
Kontributor Pantau Kabar
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kepala SMKN 3 Selong: Akhir Pendidikan SMK Adalah Bekerja, Bukan Cuma Ijazah
  • Kepala SMKN 3 Selong: Akhir Pendidikan SMK Adalah Bekerja, Bukan Cuma Ijazah
  • Kepala SMKN 3 Selong: Akhir Pendidikan SMK Adalah Bekerja, Bukan Cuma Ijazah
  • Kepala SMKN 3 Selong: Akhir Pendidikan SMK Adalah Bekerja, Bukan Cuma Ijazah
  • Kepala SMKN 3 Selong: Akhir Pendidikan SMK Adalah Bekerja, Bukan Cuma Ijazah
  • Kepala SMKN 3 Selong: Akhir Pendidikan SMK Adalah Bekerja, Bukan Cuma Ijazah