BMKG Prediksi Fenomena Bediding Mulai Juni, Indonesia Bagian Selatan Paling Terasa

Wilayah yang lebih dulu merasakan bediding (Sumber foto: tangkapan layar YouTube @kompas.com

JAKARTA, (PantauKabar.com) - Sejak Selasa (02/6/2026) Musim Bediding mendadak viral di berbagai media sosial . Banyak warganet mengeluh udara malam dan subuh belakangan ini terasa menusuk sampai ke tulang. Melihat keresahan yang makin luas, BMKG akhirnya angkat bicara dan memberikan penjelasan resmi terkait fenomena yang bikin orang berburu selimut tebal ini.

‎Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Cuaca Dini BMKG, Ida Pramu Wardani menjelaskan bahwa fenomena bediding berpotensi mulai dirasakan seiring dengan masuknya sebagian wilayah Indonesia ke periode musim kemarau, terutama saat malam hingga pagi hari.

Meski begitu ia menjelaskan bediding bukanlah sebuah fenomena cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba atau melanda suatu wilayah layaknya sebuah bencana. ‎

Menurut Ida ketika musim kemarau mulai berlangsung kondisi malam hari cenderung menjadi jauh lebih cerah karena penurunan jumlah awan. Minimnya tutupan awan ini mengakibatkan energi panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari, menjadi lebih mudah terlepas kembali ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu udara pada malam hingga pagi hari akan terasa jauh lebih dingin seperti biasanya.

Selain itu, masuknya masa udara kering dari Australia juga menyebabkan kelembapan udara menurun dan memperkuat sensasi dingin.

Ida mengungkapkan berdasarkan pola klimatologi dan prediksi musim kemarau wilayah dataran tinggi dan pegunungan umumnya menjadi daerah yang lebih dulu merasakan fenomena tersebut. Ida menjelaskan potensi bediding biasanya mulai meningkat pada Juni dan akan lebih kuat Juli hingga Agustus.

Kondisi itu terutama terjadi ketika cuaca cerah pada malam hari atau angin timuran mulai menguat.

Sementara itu, prakirawan Yuni Maharani menyebut wilayah yang berpotensi lebih dulu mengalami bediding biasanya berada di Indonesia bagian selatan. Indonesia bagian selatan seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, wilayah selatan Pulau Jawa, hingga Sumatera bagian selatan juga berpotensi merasakan "bediding" lebih dulu. Meski begitu, Yuni menegaskan Bediding tidak dirasakan tidak merata di seluruh Indonesia.

‎Salah satu pengguna media sosial YouTube juga mengomentari perihal fenomena bediding, ia merasakan lebih dingin akhir-akhir ini daripada sebelumnya.

‎"Pantasan didaerahku akhir-akhir ini lebih dingin dan semakin sejuk pada malam hari" komennya.

 

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • BMKG Prediksi Fenomena Bediding Mulai Juni, Indonesia Bagian Selatan Paling Terasa
  • BMKG Prediksi Fenomena Bediding Mulai Juni, Indonesia Bagian Selatan Paling Terasa
  • BMKG Prediksi Fenomena Bediding Mulai Juni, Indonesia Bagian Selatan Paling Terasa
  • BMKG Prediksi Fenomena Bediding Mulai Juni, Indonesia Bagian Selatan Paling Terasa
  • BMKG Prediksi Fenomena Bediding Mulai Juni, Indonesia Bagian Selatan Paling Terasa
  • BMKG Prediksi Fenomena Bediding Mulai Juni, Indonesia Bagian Selatan Paling Terasa